Selamat Datang Layanan 3G GSM!
Beberapa bulan terakhir ini istilah 3G (baca: triji) mulai akrab di telinga pengguna layanan seluler di Indonesia. Terminologi ini ditujukan buat layanan Wideband Code Division Multiple Access (W-CDMA).
Perlu diingat, meskipun namanya berbau-bau CDMA, W-CDMA tak ada kaitannya dengan migrasi teknologi CDMA. Teknologi ini sejatinya adalah evolusi teranyar Global System for Mobile Communications (GSM). Bukan saja tak berkaitan, GSM dan CDMA malah bersaing satu sama lain.
Mengingat kebutuhan akan layanan komunikasi bergerak bukan hanya untuk suara tapi juga data, akhirnya GSM didukung oleh General Packet Radio Service (GPRS) yang memiliki kecepatan data hingga 115 kilobita per detik (kbps).
Teknologi 2,5G ini memungkinkan koneksi Internet di telepon seluler tanpa perlu dial-up terlebih dulu. Namun, karena masih serba-tanggung, teknologi ini di-upgrade lagi ke Enhanced Data Rates for GSM Evolution. Teknologi 2,75-G ini memiliki kecepatan pengiriman data hingga 384 Kbps.
Mau lebih cepat lagi? Tidak bisa. Ternyata "ilmu"-nya GSM sudah mentok sampai di sini karena memang sejak awal hanya didesain untuk suara. Akhirnya, kecepatannya bisa ditingkatkan menjadi 2 megabita per detik (mbps). Namun, karena pengembangannya meminjam konsep air-interface-nya CDMA, akhirnya teknologi generasi ketiga GSM ini dinamakan W-CDMA.
Pekan lalu, tiga operator besar GSM di Indonesia, Telkomsel, Indosat, dan Excelcom, berhasil mengantongi lisensi layanan 3G W-CDMA menyusul dua operator baru berlisensi serupa, Cyber Access Communication dan Natrindo Telepon Seluler. Saat ini jumlah pengguna GSM di Indonesia tercatat sudah melebihi angka 30 juta.
Apakah ini berarti layanan 3G baru akan dimulai di Indonesia? Tidak juga. Jika pertanyaannya 3G jalur GSM, memang iya. Tapi sesungguhnya 3G jalur lainnya, yakni CDMA2000 1x, sudah beroperasi di Indonesia sejak tiga tahun lalu. Disumbang oleh pengguna Flexi, Esia, Fren, dan StarOne, jumlah pengguna layanan ini sudah lebih dari 5 juta orang. Angka tersebut secara resmi sudah digunakan CDMA Development Group untuk menggambarkan statistik 3G di Asia Tenggara dan Indonesia menjadi "penyumbang" jumlah pelanggan terbesar.
Pasalnya, meskipun masih tergolong 2,75G, teknologi 2000 1x sejatinya merupakan "3G ready" karena proses upgrade-nya ke EV-DO (Rel-0, Rev-A, dan Rev-B) berlangsung sangat mudah. Operatornya tak perlu sibuk cari frekuensi baru– apalagi ikut tender segala.
Jadi ucapan selamat datang sesungguhnya ditujukan buat pengguna generasi ketiga jalur GSM, bukan CDMA.
(Koran Tempo, 12/2/2005)